Imdb Rating: 8,2/10.
Sutradara: Josh Boone
Produser: Wyck Godfrey, Marty Bowen
Skenario: Scott Neustadter, Michael H. Weber
Berdasarkan: The Fault in Our Stars karya John Green
Dibintangi oleh: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe
Bahasa: Inggris
Durasi: 126 menit
Biaya Produksi: 12 juta dolar
Genre: Drama, Romance
Subtitle Indonesia: BluRay
Sinopsis The Fault In Our Stars (2014):
Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) adalah remaja cerdas menghadapi kanker tiroid yang telah menjalar ke paru-parunya. Meyakini bahwa dia depresi, ibu Hazel mendesak dia untuk menghadiri kelompok motivasi pasien kanker di sebuah gereja lokal untuk menjalin hubungan pertemanan. Selama pertemuan di kelompok itu, Hazel bertemu Augustus Waters (Ansel Elgort), seorang remaja yang menderita osteosarkoma yang menyebabkan dia kehilangan kakinya. Keduanya kemudian menjalin hubungan pertemanan, dan Augustus mengundang Hazel ke rumahnya. Kemudian mereka berdua setuju untuk membaca novel favorit masing-masing. Hazel menyarankan Augustus untuk membaca novelnya yang berjudul An Imperial Affliction, sebuah novel tentang seorang gadis yang menderita kanker bernama Anna yang sama dengan pengalaman Hazel sendiri. Setelah Augustus selesai membaca bukunya, ia kecewa setelah mengetahui bahwa novel berakhir tiba-tiba tanpa kesimpulan. Hazel menjelaskan bahwa penulis misterius novel ini, Peter van Houten, telah mengasingkan diri ke Amsterdam setelah menerbitkan novelnya dan belum mendengar kabarnya sejak saat itu.
Beberapa minggu kemudian, Augustus mengungkapkan kepada Hazel bahwa ia telah melacak asisten Van Houten ini, Lidewij, dan melalui dia, berhasil memulai e-mail korespondensi dengan Van Houten. Hazel menulis ke van Houten dengan pertanyaan tentang akhir cerita novel tersebut, yang kemudian van Houten menjawabnya, menjelaskan bahwa ia hanya bisa menjawab Hazel secara pribadi. Hazel mengusulkan untuk pergi ke Amsterdam pada ibunya, tapi ditolak karena kendala keuangan dan medis. Kemudian, Augustus memberi kejutan pada Hazel dengan tiket ke Amsterdam, yang diperoleh melalui sebuah yayasan amal yang serupa dengan Make-A-Wish Foundation, yaitu The Genie Foundation.
Hari sebelum pemberangkatan, penyakit Hazel kambuh dan dikirim ke ICU, mendorong para dokter untuk mempertanyakan keselamatan perjalanan ke luar negeri. Tim medis tidak setuju dengan rencananya untuk pergi ke Amsterdam tapi akhirnya seluruh tim dokter Hazel menyutujui perjalanannya namun harus didampingi oleh Ibunya. Ketika Hazel dan Gus pertama kali pergi ke Amsterdam, mereka pergi ke sebuah restoran dan mengetahui bahwa Van Houten yang membayar untuk makan dan sampanyenya. Augustus kemudian mengungkapkan perasaan cintanya pada Hazel malam itu. Hazel dan Augustus akhirnya bertemu van Houten, tetapi terkejut menemukan bahwa dia pemabuk. Lidewij mengaku telah mengatur pertemuan atas namanya, van Houten marah, yang kemudian menghina kanker Hazel dan menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mereka berdua pergi dari rumah penulis itu dalam dalam keadaan marah dan kecewa.
Didampingi Lidewij, Hazel dan Augustus mengunjungi Anne Frank House. Hazel berjuang untuk menaiki tangga yang begitu banyak dan tangga tersebut menuju loteng, tetapi pada akhir usahanya naik tangga tersebut, Augustus dan Hazel ciuman, diikuti dengan tepuk tangan dari para wisatawan lain di loteng. Mereka kembali ke hotel dan melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. Keesokan harinya, Augustus menceritakan bahwa scan PET terbaru mengungkapkan bahwa kankernya kambuh. Keduanya saling menguatkan cinta dan dukungan mereka satu sama lain. Setelah mereka kembali ke Indianapolis, kesehatan Augustus secara signifikan memburuk. Augustus berakhir di ICU selama beberapa hari dan menyadari bahwa ia benar-benar sudah berada ke hari-hari terakhirnya. Augustus mengundang Isaac, teman terbaik Augustus yang buta, dan Hazel untuk mengadakan pra-pemakamannya, di mana masing-masing membacakan pidatonya untuk Augustus. Augustus meninggal delapan hari kemudian.
Di pemakaman, Hazel terkejut menemukan van Houten hadir di pemakaman itu. Dia menjelaskan bahwa ia dan Augustus saling berkirim emal sejak dari Amsterdam dan Augustus menuntut dia untuk menebus kesalahannya karena telah merusak perjalanan mereka waktu ke Amsterdam. van Houten mengaku bahwa novelnya didasarkan pada putrinya sendiri, Anna, yang meninggal karena kanker pada usia muda. Dalam upaya sebagai permintaan maaf, van Houten mencoba mengungkapkan nasib ibu Anna dan memberikan Hazel selembar kertas. Hazel, masih kesal dengan tingkah lakunya, meremas kertas itu dan meminta dia untuk pergi. Kemudian, saat berbincang dengan Isaac di rumahnya, Isaac memberitahu bahwa Augustus telah meminta van Houten untuk membantu dalam menulis pidatonya. Menyadari apa yang telah diberikan van Houten, dia mengambil kertas kusut tersebut dan membacanya, yang menyatakan bahwa dirinya menerima kematian dan cintanya pada Hazel. Film berakhir dengan: Gus: 'Oke, Hazel Grace?'. Hazel: 'Oke'.
* Mohon untuk tidak copy-paste artikel ini.
The Fault In Our Stars (2014)
Full View
Labels:
All
,
Blog
,
Drama
,
Romance
Imdb Rating: 8,2/10.
Sutradara: Josh Boone
Produser: Wyck Godfrey, Marty Bowen
Skenario: Scott Neustadter, Michael H. Weber
Berdasarkan: The Fault in Our Stars karya John Green
Dibintangi oleh: Shailene Woodley, Ansel Elgort, Nat Wolff, Laura Dern, Sam Trammell, Willem Dafoe
Bahasa: Inggris
Durasi: 126 menit
Biaya Produksi: 12 juta dolar
Genre: Drama, Romance
Subtitle Indonesia: BluRay
Sinopsis The Fault In Our Stars (2014):
Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) adalah remaja cerdas menghadapi kanker tiroid yang telah menjalar ke paru-parunya. Meyakini bahwa dia depresi, ibu Hazel mendesak dia untuk menghadiri kelompok motivasi pasien kanker di sebuah gereja lokal untuk menjalin hubungan pertemanan. Selama pertemuan di kelompok itu, Hazel bertemu Augustus Waters (Ansel Elgort), seorang remaja yang menderita osteosarkoma yang menyebabkan dia kehilangan kakinya. Keduanya kemudian menjalin hubungan pertemanan, dan Augustus mengundang Hazel ke rumahnya. Kemudian mereka berdua setuju untuk membaca novel favorit masing-masing. Hazel menyarankan Augustus untuk membaca novelnya yang berjudul An Imperial Affliction, sebuah novel tentang seorang gadis yang menderita kanker bernama Anna yang sama dengan pengalaman Hazel sendiri. Setelah Augustus selesai membaca bukunya, ia kecewa setelah mengetahui bahwa novel berakhir tiba-tiba tanpa kesimpulan. Hazel menjelaskan bahwa penulis misterius novel ini, Peter van Houten, telah mengasingkan diri ke Amsterdam setelah menerbitkan novelnya dan belum mendengar kabarnya sejak saat itu.
Beberapa minggu kemudian, Augustus mengungkapkan kepada Hazel bahwa ia telah melacak asisten Van Houten ini, Lidewij, dan melalui dia, berhasil memulai e-mail korespondensi dengan Van Houten. Hazel menulis ke van Houten dengan pertanyaan tentang akhir cerita novel tersebut, yang kemudian van Houten menjawabnya, menjelaskan bahwa ia hanya bisa menjawab Hazel secara pribadi. Hazel mengusulkan untuk pergi ke Amsterdam pada ibunya, tapi ditolak karena kendala keuangan dan medis. Kemudian, Augustus memberi kejutan pada Hazel dengan tiket ke Amsterdam, yang diperoleh melalui sebuah yayasan amal yang serupa dengan Make-A-Wish Foundation, yaitu The Genie Foundation.
Hari sebelum pemberangkatan, penyakit Hazel kambuh dan dikirim ke ICU, mendorong para dokter untuk mempertanyakan keselamatan perjalanan ke luar negeri. Tim medis tidak setuju dengan rencananya untuk pergi ke Amsterdam tapi akhirnya seluruh tim dokter Hazel menyutujui perjalanannya namun harus didampingi oleh Ibunya. Ketika Hazel dan Gus pertama kali pergi ke Amsterdam, mereka pergi ke sebuah restoran dan mengetahui bahwa Van Houten yang membayar untuk makan dan sampanyenya. Augustus kemudian mengungkapkan perasaan cintanya pada Hazel malam itu. Hazel dan Augustus akhirnya bertemu van Houten, tetapi terkejut menemukan bahwa dia pemabuk. Lidewij mengaku telah mengatur pertemuan atas namanya, van Houten marah, yang kemudian menghina kanker Hazel dan menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Mereka berdua pergi dari rumah penulis itu dalam dalam keadaan marah dan kecewa.
Didampingi Lidewij, Hazel dan Augustus mengunjungi Anne Frank House. Hazel berjuang untuk menaiki tangga yang begitu banyak dan tangga tersebut menuju loteng, tetapi pada akhir usahanya naik tangga tersebut, Augustus dan Hazel ciuman, diikuti dengan tepuk tangan dari para wisatawan lain di loteng. Mereka kembali ke hotel dan melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya. Keesokan harinya, Augustus menceritakan bahwa scan PET terbaru mengungkapkan bahwa kankernya kambuh. Keduanya saling menguatkan cinta dan dukungan mereka satu sama lain. Setelah mereka kembali ke Indianapolis, kesehatan Augustus secara signifikan memburuk. Augustus berakhir di ICU selama beberapa hari dan menyadari bahwa ia benar-benar sudah berada ke hari-hari terakhirnya. Augustus mengundang Isaac, teman terbaik Augustus yang buta, dan Hazel untuk mengadakan pra-pemakamannya, di mana masing-masing membacakan pidatonya untuk Augustus. Augustus meninggal delapan hari kemudian.
Di pemakaman, Hazel terkejut menemukan van Houten hadir di pemakaman itu. Dia menjelaskan bahwa ia dan Augustus saling berkirim emal sejak dari Amsterdam dan Augustus menuntut dia untuk menebus kesalahannya karena telah merusak perjalanan mereka waktu ke Amsterdam. van Houten mengaku bahwa novelnya didasarkan pada putrinya sendiri, Anna, yang meninggal karena kanker pada usia muda. Dalam upaya sebagai permintaan maaf, van Houten mencoba mengungkapkan nasib ibu Anna dan memberikan Hazel selembar kertas. Hazel, masih kesal dengan tingkah lakunya, meremas kertas itu dan meminta dia untuk pergi. Kemudian, saat berbincang dengan Isaac di rumahnya, Isaac memberitahu bahwa Augustus telah meminta van Houten untuk membantu dalam menulis pidatonya. Menyadari apa yang telah diberikan van Houten, dia mengambil kertas kusut tersebut dan membacanya, yang menyatakan bahwa dirinya menerima kematian dan cintanya pada Hazel. Film berakhir dengan: Gus: 'Oke, Hazel Grace?'. Hazel: 'Oke'.
Imdb Rating: 5.0/10
Sutradara: Matty Beckerman
Produser: Matty Beckerman, Cathy Beckerman, Lawrence Bender
Dibintangi oleh: Katherine Sigismund, Corey Eid, Riley Polanski
Bahasa: Inggris
Durasi: 85 menit
Genre: Horror, Sci-Fi, Thriller
Subtitle Indonesia: BluRay
Catatan: Film ini memang tidak ada subtitle bahasa Inggris-nya, sehingga saya cukup kesulitan dan lama untuk menerjemahkannya. Saya terjemahkan dari berbagai bahasa seperti Spanyol, Brazil, Kroasia, dll, sebagai dukungan. Jadi kalau terjemahannya agak terasa aneh, harap dimaklumi.
Alien Abduction (dikenal juga dengan judul The Morris Family Abduction) adalah film horor fiksi ilmiah 2014. Film ini dirilis tanggal 4 April 2014. Film ini dibintangi oleh Riley Polanski sebagai seorang anak autis berusia 11 tahun yang merekam seluruh kejadian penculikan dan sebagai korban penculikan alien.
Sinopsis Alien Abduction (2014):
Riley Morris adalah anak autis berusia 11 tahun yang selalu memegang kamera video saat perjalan kemah keluarganya di Brown Mountain, Carolina Utara. Pada malam terakhir dari perjalanan mereka, Riley dikejutkan dengan kilatan cahaya dari luar tenda, yang kemudian membangunkan Kakaknya-kakaknya, Corey dan Jillian. Riley membangunkan mereka dan menyuruh mereka untuk melihatnya. Mereka bertiga melihat tiga objek cahaya seperti bintang di langit, yang kemudian secara tiba-tiba melesat dan menghilang.
Keesokan harinya, saat mengemudi, Ayah Riley, Peter, teralihkan ketika GPS mereka secara misterius mengarahkan mereka ke rute yang salah. Ibu Riley, Katie, merasakan ada yang tidak beres ketika mereka memeriksa ponsel mereka yang tidak mendapatkan sinyal. Seluruh keluarga mulai panik ketika Peter mengatakan bahwa bensin mobilnya mulai menipis.
Mereka sampai pada terowongan dan melihat banyak sekali mobil yang sepertinya ditinggalkan pemiliknya, kondisinya sangat berantakan. Mobil-mobil itu dalam keadaan nyala tapi tidak ada orangnya. Peter, Corey dan Riley keluar dari mobil dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi, sementara Katie dan Jillian tetap berada di belakang mobil mereka yang sedang buang air kecil. Peter yang berada di depan melihat sosok seperti manusia di ujung terowongan dan berteriak memanggil. Setelah mereka menyadari bahwa itu bukan manusia, Peter menyuruh Corey untuk lari bersama Riley, sementara Peter mengalihkan perhatian makhluk itu. Peter menjadi orang pertama yang diculik oleh makhluk itu.
Corey, Riley, Katie dan Jillian masuk ke dalam mobil dan berusaha pergi meninggalkan tempat itu. Di tengah perjalanan tidak jauh dari terowongan, mobil mereka tiba-tiba dijatuhi banyak burung, mobilnya mati kehabisan bensin. Kemudian mereka berencana untuk jalan kaki. Lalu mereka melihat sebuah kabin/ pondok, dan mereka menghampirinya. Awalnya pemilik pondok tersebut, Sean, menyuruh mereka untuk pergi, namun berubah pikiran ketika ia mendengar anjingnya berteriak seperti kesakitan, Sean melihat makhluk alien itu, dan menyuruh mereka untuk masuk. Di dalam kabin itu, Sean bercerita bahwa cahaya yang muncul di Brown Mountain sudah ada sejak berabad-abad.
Di dalam kabin, radio CB Sean mendapat panggilan dari Kakaknya yang sedang dalam perjalanan dari kota menuju ke kabin, tapi di tengah percakapan itu, kontak radio terputus. Sean berencana untuk menyusulnya dan meninggalkan mereka berempat di kabin. Saat Sean pergi, mereka berempat diserang oleh Alien, dan Corey diculik alien tersebut. Kemudian tidak berapa lama, Sean kembali dan membawa mereka pergi dari situ. Sean tidak berhasil menemukan Kakaknya, tapi mendapati mobilnya. Di tengah perjalanan, mereka dihadang dengan sebuah cahaya. Sean menyuruh mereka bertiga untuk keluar dari mobil dan pergi ke peternakannya. Mereka bertiga berhasil sampai di peternakan Sean. Setelah beberapa lama di dalam peternakan, Sean muncul dan menyuruh mereka masuk ke mobil. Belum sampai masuk mobil, Katie tiba-tiba tersedot ke atas, dan Sean yang berusaha menembak pun tersedot ke atas. Kini hanya tinggal Jillian dan Riley.
Riley dan Jillian berhasil menemukan jalan dekat terowongan. Kebetulan polisi datang. Polisi itu berusaha meminta bantuan ke markas. Saat meminta bantuan, polisi itu pun tersedot ke atas, begitu juga Riley dan Jillian. Kamera Riley yang dalam kondisi merekam, ikut terbawa. Kamera itu merekam situasi di dalam sebuah pesawat milik alien. Tidak lama kemudian kamera itu dijatuhkan dari pesawat itu, dan pecah di daratan. Kemudian kamera itu ditemukan oleh Angkatan Udara AS.
* Mohon untuk tidak copy-paste artikel ini.
Alien Abduction (2014)
Full View
Labels:
All
,
Blog
,
Horror
,
Sci-Fi
,
Thriller
Imdb Rating: 5.0/10
Sutradara: Matty Beckerman
Produser: Matty Beckerman, Cathy Beckerman, Lawrence Bender
Dibintangi oleh: Katherine Sigismund, Corey Eid, Riley Polanski
Bahasa: Inggris
Durasi: 85 menit
Genre: Horror, Sci-Fi, Thriller
Subtitle Indonesia: BluRay
Catatan: Film ini memang tidak ada subtitle bahasa Inggris-nya, sehingga saya cukup kesulitan dan lama untuk menerjemahkannya. Saya terjemahkan dari berbagai bahasa seperti Spanyol, Brazil, Kroasia, dll, sebagai dukungan. Jadi kalau terjemahannya agak terasa aneh, harap dimaklumi.
Alien Abduction (dikenal juga dengan judul The Morris Family Abduction) adalah film horor fiksi ilmiah 2014. Film ini dirilis tanggal 4 April 2014. Film ini dibintangi oleh Riley Polanski sebagai seorang anak autis berusia 11 tahun yang merekam seluruh kejadian penculikan dan sebagai korban penculikan alien.
Sinopsis Alien Abduction (2014):
Riley Morris adalah anak autis berusia 11 tahun yang selalu memegang kamera video saat perjalan kemah keluarganya di Brown Mountain, Carolina Utara. Pada malam terakhir dari perjalanan mereka, Riley dikejutkan dengan kilatan cahaya dari luar tenda, yang kemudian membangunkan Kakaknya-kakaknya, Corey dan Jillian. Riley membangunkan mereka dan menyuruh mereka untuk melihatnya. Mereka bertiga melihat tiga objek cahaya seperti bintang di langit, yang kemudian secara tiba-tiba melesat dan menghilang.
Keesokan harinya, saat mengemudi, Ayah Riley, Peter, teralihkan ketika GPS mereka secara misterius mengarahkan mereka ke rute yang salah. Ibu Riley, Katie, merasakan ada yang tidak beres ketika mereka memeriksa ponsel mereka yang tidak mendapatkan sinyal. Seluruh keluarga mulai panik ketika Peter mengatakan bahwa bensin mobilnya mulai menipis.
Mereka sampai pada terowongan dan melihat banyak sekali mobil yang sepertinya ditinggalkan pemiliknya, kondisinya sangat berantakan. Mobil-mobil itu dalam keadaan nyala tapi tidak ada orangnya. Peter, Corey dan Riley keluar dari mobil dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi, sementara Katie dan Jillian tetap berada di belakang mobil mereka yang sedang buang air kecil. Peter yang berada di depan melihat sosok seperti manusia di ujung terowongan dan berteriak memanggil. Setelah mereka menyadari bahwa itu bukan manusia, Peter menyuruh Corey untuk lari bersama Riley, sementara Peter mengalihkan perhatian makhluk itu. Peter menjadi orang pertama yang diculik oleh makhluk itu.
Corey, Riley, Katie dan Jillian masuk ke dalam mobil dan berusaha pergi meninggalkan tempat itu. Di tengah perjalanan tidak jauh dari terowongan, mobil mereka tiba-tiba dijatuhi banyak burung, mobilnya mati kehabisan bensin. Kemudian mereka berencana untuk jalan kaki. Lalu mereka melihat sebuah kabin/ pondok, dan mereka menghampirinya. Awalnya pemilik pondok tersebut, Sean, menyuruh mereka untuk pergi, namun berubah pikiran ketika ia mendengar anjingnya berteriak seperti kesakitan, Sean melihat makhluk alien itu, dan menyuruh mereka untuk masuk. Di dalam kabin itu, Sean bercerita bahwa cahaya yang muncul di Brown Mountain sudah ada sejak berabad-abad.
Di dalam kabin, radio CB Sean mendapat panggilan dari Kakaknya yang sedang dalam perjalanan dari kota menuju ke kabin, tapi di tengah percakapan itu, kontak radio terputus. Sean berencana untuk menyusulnya dan meninggalkan mereka berempat di kabin. Saat Sean pergi, mereka berempat diserang oleh Alien, dan Corey diculik alien tersebut. Kemudian tidak berapa lama, Sean kembali dan membawa mereka pergi dari situ. Sean tidak berhasil menemukan Kakaknya, tapi mendapati mobilnya. Di tengah perjalanan, mereka dihadang dengan sebuah cahaya. Sean menyuruh mereka bertiga untuk keluar dari mobil dan pergi ke peternakannya. Mereka bertiga berhasil sampai di peternakan Sean. Setelah beberapa lama di dalam peternakan, Sean muncul dan menyuruh mereka masuk ke mobil. Belum sampai masuk mobil, Katie tiba-tiba tersedot ke atas, dan Sean yang berusaha menembak pun tersedot ke atas. Kini hanya tinggal Jillian dan Riley.
Riley dan Jillian berhasil menemukan jalan dekat terowongan. Kebetulan polisi datang. Polisi itu berusaha meminta bantuan ke markas. Saat meminta bantuan, polisi itu pun tersedot ke atas, begitu juga Riley dan Jillian. Kamera Riley yang dalam kondisi merekam, ikut terbawa. Kamera itu merekam situasi di dalam sebuah pesawat milik alien. Tidak lama kemudian kamera itu dijatuhkan dari pesawat itu, dan pecah di daratan. Kemudian kamera itu ditemukan oleh Angkatan Udara AS.
Imdb Rating: 7.0/10
Sutradara: Gareth Edwards
Produser: Thomas Tull, Jon Jashni, Mary Parent, Brian Rogers
Dibintangi oleh: Aaron Taylor-Johnson, Ken Watanabe, Elizabeth Olsen, Juliette Binoche, Sally Hawkins, David Strathairn, Bryan Cranston
Bahasa: Inggris
Durasi: 123 menit
Biaya Produksi: 160 juta dolar
Genre: Action, Sci-Fi, Thriller
Subtitle Indonesia: BluRay
Godzilla adalah film fiksi ilmiah Amerika tahun 2014 yang disutradarai oleh Gareth Edwards. Ini adalah reboot dari film Godzilla dan menceritakan kembali asal-usul Godzilla pada masa kini sebagai "kekuatan yang menakutkan dari alam". Film ini berlatar di masa kini, 15 tahun setelah penemuan dua kepompong di sebuah tambang di Filipina. Dari polong tersebut muncul dua makhluk raksasa pemakan radiasi, yang dikenal sebagai "MUTO", yang menimbulkan kerusakan besar di Jepang, Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat. Kebangkitan mereka juga membangkitkan seekor predator alpha kuno yang dikenal sebagai "Godzilla", yang keberadaannya telah dirahasiakan oleh pemerintah AS sejak tahun 1954. Film ini dibintangi Aaron Taylor-Johnson, Ken Watanabe, Elizabeth Olsen, Juliette Binoche, Sally Hawkins , David Strathairn, dan Bryan Cranston. Skenario oleh Max Borenstein.
Sinopsis Godzilla (2014):
Pada tahun 1954, militer Amerika Serikat menyaksikan uji coba nuklir rahasia. Sebuah bom hidrogen, yang diledakkan ketika makhluk raksasa muncul dari laut. Pada tahun 1999, para ilmuwan Proyek Monarch Ishiro Serizawa dan Vivienne Graham menyelidiki kerangka raksasa di sebuah tambang yang runtuh di Filipina. Mereka menemukan dua buah berbentuk telur; satu tidak aktif, dan yang satunya pecah, dan dari penetasan itu terdapat jejak dari hutan ke laut. Di Jepang, PLTN Janjira mengalami aktivitas gempa yang tidak biasa. Joe Brody, pengawas pabrik tersebut, mengirimkan Sandra, istrinya, dan tim teknisi ke dalam reaktor. Sementara tim berada di dalam, reaktor pecah, mengeluarkan uap radioaktif. Sandra dan timnya tidak dapat melarikan diri dan pabrik tersebut hancur.
15 tahun kemudian, putra Joe, Ford adalah perwira penjinak bom AL AS, yang tinggal di San Francisco bersama Elle, istrinya dan anaknya, Sam. Ketika itu Joe ditangkap karena menerobos masuk di zona karantina Janjira, Ford kembali ke Jepang. Karena yakin ada yang ditutp-tutpi atas penyebab peristiwa itu, Joe meyakinkan Ford untuk membantunya mengambil data penting di rumah lama mereka. Mereka merasa zona tersebut tidak terkontaminasi, tapi setelah menemukan data itu, tentara muncul dan menahan mereka di fasilitas rahasia di dalam reruntuhan pabrik tersebut. Di dalam, makhluk bersayap raksasa muncul dari kepompong besar dan meloloskan diri, menghancurkan fasilitas tersebut. Joe terluka dan kemudian meninggal. Insiden ini dilaporkan sebagai gempa bumi.
Serizawa, Graham dan Ford bergabung dengan satgas Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh Laksamana William Stenz di kapal induk USS Saratoga untuk mencari makhluk yang dijuluki "Organisme Raksasa Tak Dikenal," atau "MUTO." Kepada Ford, para ilmuwan mengungkapkan kejadian tahun 1954 ekspedisi laut memicu munculnya Godzilla, predator alpha kuno; bagaimana awal uji coba nuklir yang benar-benar mencoba untuk membunuhnya; bahwa Proyek Monarch dibentuk secara diam-diam untuk mempelajari Godzilla; dan bahwa MUTO yang menyebabkan kerusakan Janjira. Ford mengungkapkan bahwa Joe telah memantau sinyal biosonar yang menunjukkan MUTO berkomunikasi dengan sesuatu.
MUTO ditemukan sedang memakan puing-puing kapal selam nuklir Rusia, yang berada di sebuah hutan di Hawaii. Militer menyerang dan peperangan bergeser ke arah bandara Honolulu di mana Ford sedang menunggu penerbangan untuk pulang. Kemudian Godzilla muncul, menyebabkan tsunami yang menghancurkan Waikiki. Setelah melawan Godzilla, MUTO kemudian terbang, dan Honolulu dibiarkan hancur begitu saja. Sementara itu, di fasilitas limbah nuklir Nevada, MUTO kedua, lebih besar dan tanpa memiliki sayap, muncul dan menghancurkan Las Vegas. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa MUTO kedua berjenis kelamin betina, keduanya berkomunikasi dan akan bertemu untuk berkembang biak.
Seluruh militer mengikuti Godzilla, mengetahui bahwa monster tersebut akan bertemu di Teluk San Francisco. Stenz menyetujui penggunaan ledakan nuklir untuk membunuh semua tiga monster, meskipun para ilmuwan keberatan. Ford kembali bersama pihak militer ke California dan bergabung bersama tim yang membawa hulu ledak ke San Francisco dengan kereta api. MUTO betina menghancurkan kereta tersebut dan memakan salah satu hulu ledak. Sisa hulu ledak diterbangkan ke San Francisco dan diaktifkan. Nuklir itu diambil oleh MUTO yang membuat sarang di sekitarnya pusat kota.
Warga mengungsi melewati jembatan Golden Gate saat Godzilla muncul. Sebuah rudal nyasar dibelokkan oleh Godzilla, menyelamatkan warga yang ada di jembatan itu. Godzilla sendiri. Menerima saran Serizawa, Stenz memerintahkan militer untuk membiarkan monster-monster itu saling bertarung. Sementara Godzilla bertarung dengan kedua MUTO, tim tentara, termasuk Ford, masuk ke kota untuk menemukan dan melucuti hulu ledak. Tidak dapat melucuti hulu ledak, mereka membawanya ke perahu untuk dibuang ke laut. Ford berhasil meledakkan sarangnya dengan membuka tangki truk yang membawa bensin, dan ledakan itu menyebabkan betina meninggalkan pertarungan. Godzilla kemudian menggunakan ekornya untuk membunuh yang jantan, menghantamnya ke gedung. MUTO Betina mengetahui dan membunuh tim tentara di atas kapal. Ford diselamatkan oleh Godzilla, yang kemudian membunuh MUTO betina dengan menyemburkan napasnya ke tenggorokan MUTON betina tersebut, kemudian memenggal kepalanya. Godzilla mengaum atas kemenangannya, dan berjalan kembali ke kota. Dia kemudian ambruk karena terluka dan kelelahan. Ford mengarahkan perahu tersebut ke tengah laut, dan diselamatkan sebelum hulu ledak tersebut meledakan.
Keesokan harinya, Ford kembali dengan istrinya, dan putranya Sam. Godzilla, yang telah dianggap mati, tiba-tiba terbangun dan kembali ke laut, dan semua warga bersorak mendukung Godzilla. Godzilla mengaum untuk terakhir kalinya dan kemudian masuk ke laut.
* Mohon untuk tidak copy-paste artikel ini.
Godzilla (2014)
Full View
Labels:
Action
,
All
,
Blog
,
Sci-Fi
,
Thriller
Imdb Rating: 7.0/10
Sutradara: Gareth Edwards
Produser: Thomas Tull, Jon Jashni, Mary Parent, Brian Rogers
Dibintangi oleh: Aaron Taylor-Johnson, Ken Watanabe, Elizabeth Olsen, Juliette Binoche, Sally Hawkins, David Strathairn, Bryan Cranston
Bahasa: Inggris
Durasi: 123 menit
Biaya Produksi: 160 juta dolar
Genre: Action, Sci-Fi, Thriller
Subtitle Indonesia: BluRay
Godzilla adalah film fiksi ilmiah Amerika tahun 2014 yang disutradarai oleh Gareth Edwards. Ini adalah reboot dari film Godzilla dan menceritakan kembali asal-usul Godzilla pada masa kini sebagai "kekuatan yang menakutkan dari alam". Film ini berlatar di masa kini, 15 tahun setelah penemuan dua kepompong di sebuah tambang di Filipina. Dari polong tersebut muncul dua makhluk raksasa pemakan radiasi, yang dikenal sebagai "MUTO", yang menimbulkan kerusakan besar di Jepang, Hawaii dan Amerika Serikat bagian barat. Kebangkitan mereka juga membangkitkan seekor predator alpha kuno yang dikenal sebagai "Godzilla", yang keberadaannya telah dirahasiakan oleh pemerintah AS sejak tahun 1954. Film ini dibintangi Aaron Taylor-Johnson, Ken Watanabe, Elizabeth Olsen, Juliette Binoche, Sally Hawkins , David Strathairn, dan Bryan Cranston. Skenario oleh Max Borenstein.
Sinopsis Godzilla (2014):
Pada tahun 1954, militer Amerika Serikat menyaksikan uji coba nuklir rahasia. Sebuah bom hidrogen, yang diledakkan ketika makhluk raksasa muncul dari laut. Pada tahun 1999, para ilmuwan Proyek Monarch Ishiro Serizawa dan Vivienne Graham menyelidiki kerangka raksasa di sebuah tambang yang runtuh di Filipina. Mereka menemukan dua buah berbentuk telur; satu tidak aktif, dan yang satunya pecah, dan dari penetasan itu terdapat jejak dari hutan ke laut. Di Jepang, PLTN Janjira mengalami aktivitas gempa yang tidak biasa. Joe Brody, pengawas pabrik tersebut, mengirimkan Sandra, istrinya, dan tim teknisi ke dalam reaktor. Sementara tim berada di dalam, reaktor pecah, mengeluarkan uap radioaktif. Sandra dan timnya tidak dapat melarikan diri dan pabrik tersebut hancur.
15 tahun kemudian, putra Joe, Ford adalah perwira penjinak bom AL AS, yang tinggal di San Francisco bersama Elle, istrinya dan anaknya, Sam. Ketika itu Joe ditangkap karena menerobos masuk di zona karantina Janjira, Ford kembali ke Jepang. Karena yakin ada yang ditutp-tutpi atas penyebab peristiwa itu, Joe meyakinkan Ford untuk membantunya mengambil data penting di rumah lama mereka. Mereka merasa zona tersebut tidak terkontaminasi, tapi setelah menemukan data itu, tentara muncul dan menahan mereka di fasilitas rahasia di dalam reruntuhan pabrik tersebut. Di dalam, makhluk bersayap raksasa muncul dari kepompong besar dan meloloskan diri, menghancurkan fasilitas tersebut. Joe terluka dan kemudian meninggal. Insiden ini dilaporkan sebagai gempa bumi.
Serizawa, Graham dan Ford bergabung dengan satgas Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh Laksamana William Stenz di kapal induk USS Saratoga untuk mencari makhluk yang dijuluki "Organisme Raksasa Tak Dikenal," atau "MUTO." Kepada Ford, para ilmuwan mengungkapkan kejadian tahun 1954 ekspedisi laut memicu munculnya Godzilla, predator alpha kuno; bagaimana awal uji coba nuklir yang benar-benar mencoba untuk membunuhnya; bahwa Proyek Monarch dibentuk secara diam-diam untuk mempelajari Godzilla; dan bahwa MUTO yang menyebabkan kerusakan Janjira. Ford mengungkapkan bahwa Joe telah memantau sinyal biosonar yang menunjukkan MUTO berkomunikasi dengan sesuatu.
MUTO ditemukan sedang memakan puing-puing kapal selam nuklir Rusia, yang berada di sebuah hutan di Hawaii. Militer menyerang dan peperangan bergeser ke arah bandara Honolulu di mana Ford sedang menunggu penerbangan untuk pulang. Kemudian Godzilla muncul, menyebabkan tsunami yang menghancurkan Waikiki. Setelah melawan Godzilla, MUTO kemudian terbang, dan Honolulu dibiarkan hancur begitu saja. Sementara itu, di fasilitas limbah nuklir Nevada, MUTO kedua, lebih besar dan tanpa memiliki sayap, muncul dan menghancurkan Las Vegas. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa MUTO kedua berjenis kelamin betina, keduanya berkomunikasi dan akan bertemu untuk berkembang biak.
Seluruh militer mengikuti Godzilla, mengetahui bahwa monster tersebut akan bertemu di Teluk San Francisco. Stenz menyetujui penggunaan ledakan nuklir untuk membunuh semua tiga monster, meskipun para ilmuwan keberatan. Ford kembali bersama pihak militer ke California dan bergabung bersama tim yang membawa hulu ledak ke San Francisco dengan kereta api. MUTO betina menghancurkan kereta tersebut dan memakan salah satu hulu ledak. Sisa hulu ledak diterbangkan ke San Francisco dan diaktifkan. Nuklir itu diambil oleh MUTO yang membuat sarang di sekitarnya pusat kota.
Warga mengungsi melewati jembatan Golden Gate saat Godzilla muncul. Sebuah rudal nyasar dibelokkan oleh Godzilla, menyelamatkan warga yang ada di jembatan itu. Godzilla sendiri. Menerima saran Serizawa, Stenz memerintahkan militer untuk membiarkan monster-monster itu saling bertarung. Sementara Godzilla bertarung dengan kedua MUTO, tim tentara, termasuk Ford, masuk ke kota untuk menemukan dan melucuti hulu ledak. Tidak dapat melucuti hulu ledak, mereka membawanya ke perahu untuk dibuang ke laut. Ford berhasil meledakkan sarangnya dengan membuka tangki truk yang membawa bensin, dan ledakan itu menyebabkan betina meninggalkan pertarungan. Godzilla kemudian menggunakan ekornya untuk membunuh yang jantan, menghantamnya ke gedung. MUTO Betina mengetahui dan membunuh tim tentara di atas kapal. Ford diselamatkan oleh Godzilla, yang kemudian membunuh MUTO betina dengan menyemburkan napasnya ke tenggorokan MUTON betina tersebut, kemudian memenggal kepalanya. Godzilla mengaum atas kemenangannya, dan berjalan kembali ke kota. Dia kemudian ambruk karena terluka dan kelelahan. Ford mengarahkan perahu tersebut ke tengah laut, dan diselamatkan sebelum hulu ledak tersebut meledakan.
Keesokan harinya, Ford kembali dengan istrinya, dan putranya Sam. Godzilla, yang telah dianggap mati, tiba-tiba terbangun dan kembali ke laut, dan semua warga bersorak mendukung Godzilla. Godzilla mengaum untuk terakhir kalinya dan kemudian masuk ke laut.




